Assalamua’alaikum.wr.wb
Wahai saudariku
dimanapun kini kau berdiam..
wahai sahabatku kapanpun kesama’an rasa ini kita rasakan..
ana harap jiwamu, jiwaku, dan jiwa kita semua selalu dalam keikhlasan dan kebaikan..
wahai sahabatku kapanpun kesama’an rasa ini kita rasakan..
ana harap jiwamu, jiwaku, dan jiwa kita semua selalu dalam keikhlasan dan kebaikan..
Ketika engkau temukan masa gersangnya hatimu, ketika lamunan
mulai menghiasi sunyimu, ketika butiran air mata menjadi sahabatmu, ketika
sesak mempersempit dada, ragamu jadi korban fikiran, langkahmu tanpa
ketenangan, ketika itu pula tak dapat engkau pungkiri, hatimu bermain asmara,
“CINTA “ itukah sebabnya, itukah pisaunya, itukah?
saudariku, mungkin kini jelas betapa rapuhnya hatimu, lelahnya alunan nafasmu, ketika orang yang kau damba tidak mendambakanmu, saat yang kau cinta mengiris hati, saat rindumu berusaha kau pendam, kini hatimu perih, gelap tanpa cahaya, kerongkonganmu kering dan berat karena terlalu letih berusaha menahan kesedihan di hadapan saudara-saudarimu, detak jantungmu mempertegas pedihnya, inilah hati remajamu.
saudariku, mungkin kini jelas betapa rapuhnya hatimu, lelahnya alunan nafasmu, ketika orang yang kau damba tidak mendambakanmu, saat yang kau cinta mengiris hati, saat rindumu berusaha kau pendam, kini hatimu perih, gelap tanpa cahaya, kerongkonganmu kering dan berat karena terlalu letih berusaha menahan kesedihan di hadapan saudara-saudarimu, detak jantungmu mempertegas pedihnya, inilah hati remajamu.
Berdirilah engkau di atas cermin, lihat dirimu, lihat yang
tengah kau alami, apakah akan seperti itu, lihatlah dengan seksama,
tersenyumlah, sungguh manis wajahmu, dan menangislah, apa yg kau lihat d cermin
ketika kau menangis? lucu dan kusut, tentukanlah pilihanmu, wajah bersahabat
dengan senyum yang kau sedekahkan buat mereka (teman dan orang orang yg
menyayangimu), atau wajah bermusuh dengan lumpur kekalutan?
Ana tau hatimu pilu, ana tau hatimu risau, namun percayalah
setelah ini kau akan temukan arti dari yang kau rasakan, pahit tak selalu
pahit, manis tak selalu manis, ketika kepahitan itu mampu kau anggap manis,
maka itulah kekuatan, berserahlah pada DIA rabbmu, hanya DIA sebaik baik
penawar, DIA lah penyembuh segala luka, datanglah padaNYA, DIA maha cinta.
Bukan allah merenggut kebahagianmu dengan harus memisahkan
dirimu pada orang yang kau cinta, mungkin allah ingin menguji hatimu, mungkin
allah ingin engkau mengingatnya, mungkin allah ingin engkau dekat padanya,
tutuplah pintu kecewamu, bukalah pintu ikhlas di hatimu, semua keindahan hanya
milik allah semata, dan keindahan yg kau rasakan adalah salah satu titipaNYA,
cinta yang pernah kau dapatkan dari sosok dambaan hati hanya semntara, cinta
yang abadi hanya milik rabbmu, kebahagian ada pada rabbmu, berhentilah berharap
pada yang tak kekal, hanya allah sebaik baik tempat berharap dan berserah.
Mohon ampunlah, mohon ridhalah pada rabbmu, lihat dirimu
yang lunglai, kau hanya anak manusia, kau hanya seorang hamba penuh khilaf,
betapa allah sayaang padamu, keluarga yang utuh, kesempurnaan wajahmu,
kecukupan hidupmu, nafas yang tak pernah telat menemanimu, sehatmu dalam jalan
usiamu, kapan kau persembahkan bukti cintamu pada DIA rabbmu, DIA
penyempuranmu, kapan kau kurangi pendosa dalam keseharianmu? tidakkah kau malu?
bersedih hanya karna anak manusia, tidakkah kau malu air matamu jatuh sia sia
untuk yang menyakitimu?. Tak malukah pada mereka mereka yang berlomba menggapai
masa depan terindah?, sementara kau diam menyesali yang tak akan kembali,
sungguh rugi dirimu.
Ayolah saudariku, kapan kau prsembahkan cinta pada DIA rabbmu,
kapan kau persembahkan baktimu pada orang tuamu, ibu-bapak yang seharusnya kau
banggakan dan akan kau buat bangga, kapan kau tunjukan kesuksesan pada
kawan-kawan, kapan kau tunjukan pada dunia sejatinya dirimu. Ada masanya kau
berduka, tapi ingatlah, jangan kau larut dan diam patah harapan, allah akan
menggantikan yang hilang dengan yang lebih baik, jadikan semua luka adalah
pelajaran, pelajaran bahwa jangan kau terlalu cinta akan duniawi.
BERSAMBUNG....
BERSAMBUNG....

Assalamualaikum
BalasHapus