Sudahkah kamu melihat, sosok yang setiap hari selalu
terlihat.?
pernahkah kamu mendengar, suara galak yang terlalu sering kamu dengar.?
pernahkah kamu menemaninya, seorang yang selalu hinggap di sisimu?
pernahkah kamu menyapanya, sosok yang sepanjang waktu menegurmu.?
pernahkah kamu bersamanya, orang yang selalu disampingmu?
pernah?.…Ya pernah !
yakinkah kamu pernah, dan sering melakukanya?
mungkin hanya dia yang ingin melihatmu, sementara kamu tak selalu melihatnya.
mungkin hanya dia yang tetap mendengar ocehanmu, sementara kamu tak ingin mendengar ocehanya.
mungkin hanya dia yang selalu menemanimu, sementara kamu jarang menemani dan meramaikan hatinya
mungkin hanya dia yang ingin selalu menegurmu, sementara kamu tak ingin menerimanya.
mungkin hanya dia yang ingin kau di sampingnya, sementara kamu malu bila dia bersamamu.
tubuh yang tak lagi tegap namun masih trepapar tegar
wajah yang tak lagi mulus namun perasaanya sungguh halus
mata yang telah buram namun batinnya sangat peka dan tajam
kulit yang telah kering keriput namun hatinya masih amat lembut
andai kamu mau melihat dia dengan hatimu, mendengar dia dengan hatimu, temani dia dengan segenap jiwamu, rasakanlah ocehanya dengan hikmat, penuh makna, penuh rasa, sungguh dia menyayangimu, dan sangat mencintaimu.
ingatkah saat dulu…?
dia ikuti langkahmu yang sigap dan cepat, dia tuntun dirimu agar kau tak jatuh, dia pegang tanganmu agar kau tak kehilangan arah, dia usap air matamu dengan cinta, dia peluk dirimu agar kau tak merasa ketakutan, dia tenangkanmu dalam gelisah, dia tahan lelahnya demi menghiangkan lelahmu, dia tahan tangisnya hanya demi melihat senyumu, dia tahan kantuknya, hanya demi melelapkanmu, selalu mengkhawtirkanmu, tapi pernahkah kau lihat keada’an dirinya, langkahnya tak karuan, tubuhnya yang lunglai, tetap menegakkanmu semntara dirinya tak lagi tegak, mengharumkanmu, sedang dirinya telah berbau keletihan, membanggaknmu tapi pernahkah kau membanggakanya, sudahkah kau mengusap air matanya, sudahkah kau menemani tidurnya, sudahkah kau menenangkanya seperti dia menenangkanmu dulu, sudahkah kau menciumnya seperti dia menciumu dulu, sudahkah kah kau memeluknya , seperti dia memelukmu dulu????????????????????
kini dirimu sudah dewasa, tumbuh sebagai remaja yang anggun/gagah, dirimu cerdas, berpengetahuan tinggi, berwawasan luas, apakah kau masih ingat dengan dia, sosok wanita yang telah tua, guru pertama bagi dirimu, atau mungkin kau lupa?
apakah kau lupa denganya yang tak pernah lupa denganmu?, apakah kepintaranmu telah membuat kau lupa dengan dia yang pertama memintarkanmu?, apakah kecerdasanmu telah membuatmu lupa dengan dia yang pertama mencerdaskanmu????
pernahkah kamu mendengar, suara galak yang terlalu sering kamu dengar.?
pernahkah kamu menemaninya, seorang yang selalu hinggap di sisimu?
pernahkah kamu menyapanya, sosok yang sepanjang waktu menegurmu.?
pernahkah kamu bersamanya, orang yang selalu disampingmu?
pernah?.…Ya pernah !
yakinkah kamu pernah, dan sering melakukanya?
mungkin hanya dia yang ingin melihatmu, sementara kamu tak selalu melihatnya.
mungkin hanya dia yang tetap mendengar ocehanmu, sementara kamu tak ingin mendengar ocehanya.
mungkin hanya dia yang selalu menemanimu, sementara kamu jarang menemani dan meramaikan hatinya
mungkin hanya dia yang ingin selalu menegurmu, sementara kamu tak ingin menerimanya.
mungkin hanya dia yang ingin kau di sampingnya, sementara kamu malu bila dia bersamamu.
tubuh yang tak lagi tegap namun masih trepapar tegar
wajah yang tak lagi mulus namun perasaanya sungguh halus
mata yang telah buram namun batinnya sangat peka dan tajam
kulit yang telah kering keriput namun hatinya masih amat lembut
andai kamu mau melihat dia dengan hatimu, mendengar dia dengan hatimu, temani dia dengan segenap jiwamu, rasakanlah ocehanya dengan hikmat, penuh makna, penuh rasa, sungguh dia menyayangimu, dan sangat mencintaimu.
ingatkah saat dulu…?
dia ikuti langkahmu yang sigap dan cepat, dia tuntun dirimu agar kau tak jatuh, dia pegang tanganmu agar kau tak kehilangan arah, dia usap air matamu dengan cinta, dia peluk dirimu agar kau tak merasa ketakutan, dia tenangkanmu dalam gelisah, dia tahan lelahnya demi menghiangkan lelahmu, dia tahan tangisnya hanya demi melihat senyumu, dia tahan kantuknya, hanya demi melelapkanmu, selalu mengkhawtirkanmu, tapi pernahkah kau lihat keada’an dirinya, langkahnya tak karuan, tubuhnya yang lunglai, tetap menegakkanmu semntara dirinya tak lagi tegak, mengharumkanmu, sedang dirinya telah berbau keletihan, membanggaknmu tapi pernahkah kau membanggakanya, sudahkah kau mengusap air matanya, sudahkah kau menemani tidurnya, sudahkah kau menenangkanya seperti dia menenangkanmu dulu, sudahkah kau menciumnya seperti dia menciumu dulu, sudahkah kah kau memeluknya , seperti dia memelukmu dulu????????????????????
kini dirimu sudah dewasa, tumbuh sebagai remaja yang anggun/gagah, dirimu cerdas, berpengetahuan tinggi, berwawasan luas, apakah kau masih ingat dengan dia, sosok wanita yang telah tua, guru pertama bagi dirimu, atau mungkin kau lupa?
apakah kau lupa denganya yang tak pernah lupa denganmu?, apakah kepintaranmu telah membuat kau lupa dengan dia yang pertama memintarkanmu?, apakah kecerdasanmu telah membuatmu lupa dengan dia yang pertama mencerdaskanmu????
Lihat dirimu, apa yang kau ucapkan dengan fasih sekarang
tidak akan terjadi tanpa ajaran dasar darinya, ucapan professional yang kau miliki
sekarang adalah cabang dan ranting dari bibit yang diberinya untukmu, untukmu
yang dulu belum mengerti huruf dan kata, untukmu yang dulu belum paham akan
kalimat.
Tapi adakah kau memberi buah yang manis padanya? Kata kata
lembut yang dulu di tanamkanya padamu? Atau malah kau beri ia kata kata yang
menusuk hati, dari buah yang busuk, menyakiti perasaanya?
Renungkan …. Renungkan….!
Ingat, ingatlah nama yang mulia itu untukmu.
sosok yang mempunyai nama cukup banyak.
“ibu, mamah, bunda, umi, emak, enyak, mamak, mami….”
adakah salah satu nama itu selalu ada di benakmu, di untaian do’amu, di hatimu, di mimpimu dan di setiap hela’an nafasmu????
Ingat, ingatlah nama yang mulia itu untukmu.
sosok yang mempunyai nama cukup banyak.
“ibu, mamah, bunda, umi, emak, enyak, mamak, mami….”
adakah salah satu nama itu selalu ada di benakmu, di untaian do’amu, di hatimu, di mimpimu dan di setiap hela’an nafasmu????
mungkin sebagian kita juga pernah berfikir;
Kau pemarah, kau bawel, kau
galak dan kau pengatur, itulah yang ada di benaku dan di itulah yang
kami nilai dari dirimu, apa yang kami lakukan selalu kau yang sibuk berkomentar,
namun terkadang kau lembut, tapi sesaat tiba-tiba kau marah-marah tak jelas.
hari-harimu penuh kesibukan, matahari masih tertidur dan kami masih terbuai mimpi, sedang dirimu telah dulu mencari kesibukan, ntah apa yang kau buru dan ntah laba apa yang kau cari, serepot itu , secepat itu kau bertindak tanpa sebab,
kamipun tak pernah ingin tahu apa yang tengah kau lakukan, dari dulu yang kami tahu hanya memang begitu sifatmu, selalu merepotkan diri, selalu khawatir berlebihan kepada kami, sementara kami tak merasa dalam kesusahan, tapi kau seakan akan takut dengan keadaan kami. Sesekali aku pernah melihat
hari-harimu penuh kesibukan, matahari masih tertidur dan kami masih terbuai mimpi, sedang dirimu telah dulu mencari kesibukan, ntah apa yang kau buru dan ntah laba apa yang kau cari, serepot itu , secepat itu kau bertindak tanpa sebab,
kamipun tak pernah ingin tahu apa yang tengah kau lakukan, dari dulu yang kami tahu hanya memang begitu sifatmu, selalu merepotkan diri, selalu khawatir berlebihan kepada kami, sementara kami tak merasa dalam kesusahan, tapi kau seakan akan takut dengan keadaan kami. Sesekali aku pernah melihat
Kini usia mu semakin rentan, ntah kapan bisa ku bawa kau dalam kebahagianku???????????
bersambung.....!
bersambung.....!

